skip to main | skip to sidebar

a drop of ink from my writing

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Rabu, 09 Maret 2011

Disiplin bagi Ce Baby

Diposting oleh al_ghifary di 17.31

Mari...mary... lebih memahami apa yang mereka inginkan...jadilah calon ibu yang baik ^^

Lupakan mendidik anak dengan menonjolkan kekuasaan orang dewasa, misalnya memarahi atau memukul. Karena hal ini akan mengajari si kecil untuk melawan.

Membimbing anak adalah sesuatu yang perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sentuhan kasih sayang. Ingin tahu bagaimana mendidiknya, berikut ini caranya, dikutip dari laman Times of India.

- Jika ingin anak mengikuti kemauan Anda

Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua. Jika ingin membiasakan mereka melakukan sesuatu, Anda harus memberinya contoh. Misalnya, membuang sampah di tempat yang benar, merapikan tempat tidur setelah bangun atau mengunyah makanan tanpa bersuara.

- Jika anak-anak sulit diatur di tempat umum

Bersabarlah dan mencoba memberi pandangan yang baik pada mereka. Jika mereka masih tidak memperhatikan Anda, ancam dengan hukuman. Namun, ingat untuk tidak menaikkan nada suara Anda atau memukul mereka. Sebab, aksi itu hanya akan membuat mereka tambah nakal.

- Selalu memperlakukan anak sebagai orang dewasa

Mereka juga mencari rasa hormat dan kepentingan dari orang tua. Memberikan pujian karena berhasil menyelesaikan tugas dengan baik, memberi kesempatan memutuskan baju yang akan dibeli, misalnya. Hal itu akan membuat mereka merasa dihargai.

- Cobalah untuk tidak memarahi

Jika anda ingin marah, sebenarnya itu hanya menunjukkan titik lemah Anda. Anak-anak akan dengan cepat menangkap reaksi Anda, bahkan bisa meniru perbuatan itu. Akan lebih baik, Anda mengarahkan mereka untuk melakukan sesuatu hal yang lebih positif.

- Jika anak melakukan kenakalan di depan orang lain

Jangan berteriak pada mereka. Tunggu sampai Anda kembali ke rumah atau orang lain tersebut menjauh. Kemudian menjelaskan secara tegas bahwa perilaku semacam ini tidak bisa diterima. Ingatkan juga pada mereka bahwa jika mengulangi perilaku ini, Anda akan memberikan hukuman.


0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Minggu, 06 Maret 2011

carrot ^^

Diposting oleh al_ghifary di 01.15

Di antara jenis sayur lainnya, rasa-rasanya wortel termasuk jenis sayuran yang paling digemari. Citarasanya manis dan teksturnya renyah. Cocok sekali dijadikan camilan yang menyehatkan. Jika Anda tak doyan sayuran kesukaan kelinci ini, Anda termasuk kelompok yang merugi. Sebab, Anda banyak kehilangan manfaat yang diberikan wortel bagi kesehatan. Mau terus merugi? Tentu jangan. Segeralah mulai menyukai sayuran yang satu ini.

Nah, untuk memperoleh manfaat wortel secara maksimal yang harus diperhatikan adalah jeli memilih wortel. Pilih wortel yang berwarna agak muda dan terang. Ini menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar.

Berikut adalah sederet manfaat wortel yang perlu Anda ketahui. Siapa tahu ada resep yang Anda butuhkan.

Mengatasi hipertensi:
Ambil 500 gr wortel cuci bersih kemudian potong-potong, beri sedikit air matang, lalu diblender. Saring, dan minum segera. Usahakan untuk rutin meminum air wortel ini 3 kali dalam sehari.

Mengatasi demam pada anak:
Ambil 200 gr wortel kemudian cuci bersih. Parut dan peras sampai keluar sarinya. Rebus air perasannya, minum selagi hangat.

Mengatasi luka bakar:
Wortel ditumbuk hingga halus dan dioleskan pada luka bakar. Lakukan sesering mungkin sampai luka tidak terasa panas.

Menyembuhkan batuk:
Ambil sebatang wortel lalu bersihkan dan parut. Beri beberapa sendok air panas dan peras. Tambahkan sedikit gula aren, aduk sampai rata. Minum 2 kali dalam sehari.

Mengatasi nyeri haid:
250 gr wortel cuci bersih lalu potong-potong. Tambahkan sedikit air, lalu lender. Usahakan untuk meminum ramuan ini setidaknya 2 kali dalam sehari.

Mengatasi sembelit:
Ambil 2 wortel yang masih muda lalu cuci bersih dan parut. Tambahkan 2 sdm air matang dan sedikit garam, lalu peras. Minum airnya 2 kali sehari.

Menghaluskan wajah:
Ambil 2 – 3 wortel yang sudah dikupas bersih, lalu cuci dan parut. Kemudian langsung oleskan pada wajah sebagai masker. Tunggu sampai kering. Bilas.

0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Kamis, 03 Maret 2011

my matery..." Panduan membuat RPP"

Diposting oleh al_ghifary di 18.48

Panduan Membuat RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) / Lason Plan
I. PENDAHULUAN
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang
menggambarkan prosedur dan menajemen pembelajaran untuk mencapai satu
atau lebih kompetensi dasar yang telah dijabarkan dalam silabus. RPP ini dapat
digunakan oleh setiap pengajar sebagai pedoman umum untuk melaksanakan
pembelajaran kepada peserta didiknya, karena di dalamnya berisi petunjuk secara
rinci, pertemuan demi pertemuan, mengenai tujuan, ruang lingkup materi yang
harus diajarkan, kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus
digunakan. Oleh karena itu, dengan berpedoman RPP ini pengajar akan dapat
mengajar dengan sistematis, tanpa khawatir keluar dari tujuan, ruang lingkup
materi, strategi belajar mengajar, atau keluar dari sistem evaluasi yang seharusnya.
RPP akan membantu si pengajar dalam mengorganisasikan materi standar,
serta mengantisipasi peserta didik dan masalah-masalah yang mungkin timbul
dalam pembelajaran. Baik pengajar maupun peserta didik mengetahui dengan
pasti tujuan yang hendak dicapai dan cara mencapainya. Dengan demikian
pengajar dapat mempertahankan situasi agar peserta didik dapat memusatkan
perhatian dalam pembelajaran yang telah diprogramkannya. Sebaliknya, tanpa
RPP atau tanpa persiapan tertulis maupun tidak tertulis, seorang pengajar akan
mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran yang dilakukannya. Seorang
pengajar yang belum berpengalaman pada umumnya memerlukan perencanaan
yang lebih rinci dibandingkan seorang pengajar yang sudah berpengalaman.
II. KOMPONEN RPP
Pada hakekatnya RPP merupakan perencanaan jangka pendek untuk
memperkirakan tindakan apakah yang akan dilakukan dalam pembelajaran, baik
oleh pengajar maupun perserta didik untuk mencapai suatu kompetensi yang sudah
ditetapkan. Dalam RPP harus jelas Kompetensi Dasar (KD) yang akan dicapai
oleh peserta didik, apa yang harus dilakukan, apa yang harus dipelajari, dan
bagaimana mempelajarinya, serta bagaimana pengajar mengetahui bahwa peserta
didik telah menguasai kompetensi tertentu. Aspek-aspek tersebutlah yang
merupakan unsur utama yang harus ada dalam setiap RPP.
RPP terdiri dari komponen program kegiatan belajar dan proses pelaksanaan
program. Komponen program mencakup KD, materi standar, metode
pembelajaran, media pembelajaran, sumber belajar, dan waktu belajar. Dengan
demikian, RPP pada hakekatnya merupakan suatu sistem yang terdiri dari
komponen-komponen yang saling berhubungan serta berinteraksi satu dengan
lainnya, dan memuat langkah-langkah pelaksanaannya untuk mencapai tujuan
yaitu membentuk kompentensi yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Adapun format RPP yang telah dirumuskan dalam berbagai kajian di
Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret (LPP UNS)
terlampir dalam panduan ini, dengan komponen RPP seperti tersebut di bawah
ini.
1. Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi yang dirumuskan dalam RPP harus jelas. Semakin kongkrit
kompetensi akan semakin mudah diamati, dan akan semakin mudah atau semakin
tepat pula merencanakan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai
kompetensi tersebut. Perlu diketahui bahwa beberapa materi standar mungkin
memiliki lebih dari satu KD. Disamping itu, perlu ditetapkan pula fokus
kompetensi yang diharapkan dari peserta didik sebagai hasil akhir pembelajaran.
Kompetensi ini juga akan menjadi pedoman bagi pengajar dalam menentukan
materi standar yang akan digunakan dan pendekatan pembelajaran yang tepat
untuk membentuk kompetensi peserta didik.
2. Materi standar
Materi standar yang dikembangkan dan dijadikan bahan kajian peserta didik harus
disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya, mengandung nilai fungsional,
praktis, serta disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan, institusi,
dan daerah.
3. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan tahap-tahap kegiatan yang dilakukan oleh
pengajar dan peserta didik untuk menyelesaikan suatu materi standar yang telah
direncanakan oleh pengajar. Urutan kegiatan pembelajaran menggambarkan
strategi pembelajaran yang telah ditentukan. Tahap kegiatan tersebut terdiri dari
tahap PENDAHULUAN, tahap PENYAJIAN, dan tahap PENUTUP.
4. Metode Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara dalam menyajikan (menguraikan, memberi
contoh, memberi latihan dan lain-lain) suatu bahan kajian kepada peserta didik.
Tidak semua metode pembelajaran sesuai untuk digunakan dalam mencapai
kompetensi tertentu. Oleh karena itu harus dipilih metode pembelajaran yang
paling tepat untuk suatu kompetensi yang ingin dicapai. Berbagai contoh metode
pembelajaran yang sering digunakan antara lain ceramah, diskusi, tanya jawab,
simulasi, studi kasus, praktikum, seminar, demonstrasi, bermain peran dan lainlain.
5. Media Pembelajaran
Segala sesuatu yang dapat menyalurkan atau menyampaikan pesan/informasi dari
sumber pesan/informasi ke penerima pesan/informasi disebut media pembelajaran.
Jadi dengan adanya media peserta didik dapat melihat, membaca, mendengarkan
atau ketiganya sekaligus dalam menyerap berbagai informasi yang disampaikan
oleh pengajarnya. Media tersebut dapat berupa alat-alat elektronik, gambar, buku
dan sebagainya. Sedangkan alat pembelajaran adalah benda-benda atau alat-alat
yang digunakan dalam pembelajaran sehingga memungkinkan terjadinya proses
pembelajaran. Alat-alat itu tidak disebut media pembelajaran karena tidak
dimaksudkan untuk membawa pesan.
6. Sumber Belajar
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk penggalian
informasi. Sumber belajar ini dapat berupa dosen (sebagai nara sumber), buku
teks, jurnal ilmiah, laporan penelitian, internet, dan lain-lain.
7. Alokasi Waktu
Jumlah waktu dalam menit yang dibutuhkan oleh pengajar dan peserta didik untuk
menyelesaikan setiap langkah pada urutan tahap Kegiatan Pembelajaran.
III. CARA PENYUSUNAN RPP
Perlu diperhatikan bahwa untuk menyusun RPP pengajar perlu menentukan
batas lingkup materi sub pokok bahasan mana saja yang akan diajarkan setiap
kali pertemuan dengan melihat estimasi waktu dalam silabusnya. Bila suatu sub
pokok bahasan dalam silabus membutuhkan waktu lebih dari sekali pertemuan
atau beberapa kali pertemuan, maka sub pokok bahasan itu perlu dirinci lagi.
Bila hal ini tidak mungkin, karena akan mengganggu keutuhan materi, maka
dapat dibuat satu RPP yang digunakan untuk dua kali pertemuan atau lebih.
RPP harus disusun secara sistemik dan sistematis, utuh dan menyeluruh,
dengan beberapa kemungkinan penyesuaian dalam situasi pembelajaran yang
aktual. Dengan demikian RPP dapat berfungsi untuk mengefektifkan proses
pembelajaran sesuai dengan apa yang telah direncanakan. RPP hendaknya disusun
secara sederhana dan fleksibel, serta dapat dilaksanakan dalam kegiatan
pembelajaran, dan pembentukan kompetensi peserta didik.
Berikut ini langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan
RPP suatu mata kuliah atau blok mata kuliah:
1. Identifikasi Mata Kuliah atau Blok Mata Kuliah
Tuliskan identitas Program studi, nama mata kuliah atau blok mata kuliah,
kode mata kuliah, bobot SKS, semester (bersumber pada kurikulum yang
sudah ada).
2. Perumusan Standar Kompetensi (SK)
Tuliskan rumusan SK dari setiap mata kuliah yang didasarkan pada tujuan
akhir dari mata kuliah tersebut. Tuliskan dengan kata kerja operasional yang
dapat diamati dan diukur, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan
psikomotorik (lihat silabusnya).
3. Perumusan Kompetensi Dasar (KD)
Tuliskan rumusan KD yang merupakan penjabaran dari SK dengan
menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang
meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (lihat silabusnya). Tuliskan
satu KD pada setiap RPP untuk satu kali pertemuan atau lebih.
4. Perumusan Indikator
Tuliskan indikator sebagai penjabaran dari KD dengan kata kerja operasional.
Kata kerja operasional pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan
kegiatan yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik (lihat silabusnya).
5. Penentuan Tahap Pembelajaran
Urutan tahap pembelajaran terdiri dari komponen Pendahuluan, Penyajian,
dan Penutup. Pendahuluan merupakan tahap awal kegiatan yang dimaksudkan
untuk mempersiapkan peserta didik agar secara mental siap mempelajari
pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru. Pada tahapan ini berisi penjelasan
ringkas materi yang akan dikaji, keterkaitan materi kajian dengan materi
sebelumnya atau dengan praktek keseharian (apersepsi), dan kompetensi yang
harus dicapai peserta didik.
Tahap penyajian merupakan tahapan utama dalam pembelajaran, di dalamnya
berisi uraian, contoh, diskusi atau latihan tentang materi yang dikaji.
Sedangkan tahap Penutup merupakan tahapan akhir suatu pembelajaran. Pada
tahap Penutup ini digunakan untuk memberikan penegasan, ringkasan,
penilaian maupun tindak lanjut tentang materi yang dikaji tersebut.
6. Penentuan Kegiatan Pembelajaran
Tuliskan berbagai kegiatan utama yang harus dilakukan oleh pengajar maupun
peserta didik selama proses pembelajaran yang akan dilakukan, yang mampu
menggambarkan strategi pembelajaran.
7. Pemilihan Metode Pembelajaran
Tentukan metode pembelajaran yang akan diterapkan untuk memberikan
pengalaman belajar kepada peserta didik selama proses pembelajaran, mulai
dari tahap Pendahuluan, Penyajian sampai tahap Penutup. Pemilihan metode
pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan KD yang ingin dicapai, karena
tidak setiap metode pembelajaran sesuai untuk digunakan dalam mencapai
tujuan KD tertentu.
8. Pemilihan Media Pembelajaran
Tuliskan media yang akan digunakan dalam melaksanakan pembelajaran.
Media hendaknya dipilih yang sesuai dengan metode pembelajaran yang akan
digunakan. Pemilihan media pembelajaran yang tepat dapat menjadikan
pembelajaran lebih menarik, sehingga akan mempermudah untuk mencapai
KD yang telah ditetapkan.
9. Penentuan Sumber Belajar
Tuliskan sumber belajar yang akan digunakan (didasarkan pada relevansi,
konsistensi, dan edukuasi). Adapun yang dimaksud sumber belajar adalah
buku-buku rujukan atau referensi berupa buku teks, jurnal, laporan penelitian
atau bahan ajar lainnya. Sumber belajar juga dapat berupa manusia, misalnya
dosen, peserta didik atau obyek lainnya tempat asal informasi diperoleh,
atau sebagai nara sumber.
10. Alokasi Waktu
Tuliskan jumlah waktu yang dibutuhkan oleh pengajar dan peserta didik untuk
menyelesaikan setiap langkah pada urutan Tahap Pembelajaran yaitu
Pendahuluan, Penyajian, dan Penutup. Porsi terbesar adalah tahap Penyajian,
yaitu antara 80-90 % dari keseluruhan kegiatan pembelajaran. Sedangkan
Pendahuluan biasanya hanya membutuhkan 5 %, dan Penutup memerlukan
10-15 % dari keseluruhan waktu yang digunakan untuk pembelajaran.
0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Sabtu, 26 Februari 2011

Jangan Putus Asa

Diposting oleh al_ghifary di 23.06

Ketika semua serba salah, sebagaimana biasanya

Ketika jalan yang kau tempuh terasa mendaki

Ketika uang hanya sedikit, sedangkan utang melilit

Dan kau ingin tersenyum, tetapi kau terpaksa mengeluh

Ketika urusan terasa agak membebanimu

Istirahat kalau perlu, tapi jangan berhenti

Hidup ini aneh bila tanpa lekuk dan liku

Seperti yang kadang-kadang kita alami

Dan banyak kegagalan yang kita jumpai

Ketika semestinya kita berhasil, ada saja yang menghalangi

Namun jangan menyerah kendati gerak maju tampak lambat

Siapa tahu berhasil pada usaha berikutnya

Keberhasilan adalah sisi lain kegagalan

Seperi tinta perak dibalik awan keraguan

Dan kau tak pernah dibalik awan keraguan

Dan kau tak pernah tahu seberapa dekat tujuanmu

Mungkin sudah dekat ketika bagimu terasa jauh

Maka tetaplah berjuang bahkan ketika hantaman semakin keras

Ketika segalanya tampak sangat buruk

Kau tetap tak boleh berhenti

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Clinton Howell

(DONT QUIT)

Gagal lagi, gagal lagi, dan gagal lagi. Hal seperti ini pun akan memungkinkan kita putus asa. Anda telah mencoba, Anda telah bersabar, dan Anda telah berusaha, namun kegagalan dan kegagalan yang menemui Anda. Keadaan seperti ini bisa diibaratkan seperti sesorang yang sedang mencari suatu tempat tetapi tidak mengetahui harus lewat mana.

Jika jalan yang Anda ketahui sedikit, maka Anda akan cepat berhenti karena tidak ada jalan lagi yang bisa ditempuh. Tetapi jika Anda mengetahui banyak jalan, maka Anda mencoba jalan yang lainnya sampai menemukan jalan yang benar. Semakin banyak jalan yang Anda ketahui dan energi Anda masih cukup maka kemungkinan untuk bergerak terus masih sangat memungkinkan.

Jalan yang dimaksud disini adalah ide. Saat Anda gagal dengan satu ide, maka Anda bisa mencoba ide yang lain. Ide tersebut bisa Anda dapatkan baik dari ide sendiri maupun ide dari orang lain. Agar bisa menghasilkan ide sendiri maka diperlukan kreativitas. Sementara untuk mengetahui ide dari orang lain, maka yang diperlukan adalah menuntut ilmu.

0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Masalah oh....Masalah

Diposting oleh al_ghifary di 22.58

Banyak orang stress begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan hidup itu bebas dari masalah… padahal sesungguhnya karena ada masalahlah orang baru bisa bertahan hidup, dan karena ada masalah jugalah seseorang baru dapat menghargai hidupnya.

Bila kita dapat melihat masalah sebagai sebuah keindahan.. maka hidupmu akan indah! tetapi bila kita melihat masalah sebagai beban hidup yang hanya menghalangi kita, maka hidup ini pun terasa penuh beban.

Bila tidak ada masalah bagaimana bisa mendapat kebijaksanaan? Karena ada masalah baru bisa muncul Pencerahan.

nah gimana kita menghadapinya? maka membutuhkan suatu ketenangan bathin, dan kejernihan bathin… perlahan tapi pasti dapat melihat semua benang merah dari permasalahan yang ada, dan mencoba menguraikan benang yang kusut itu.

Kalo emang masih kusut jangan khawatir, ambil gunting dan gunting aja… beres kan… hahahhaa…

Jangan karena satu masalah dan kita membuat masalah yg baru,

jangan karena satu masalah membuat kita menderita selamanya,

jadikan masalah sebagai tantangan untuk diselesaikan, jadikanlah masalah sebagai batu loncatanmu untuk sebuah kesuksesan.

Bila lari dari masalah sesungguhnya didepan sana masalah yang lebih besar akan menghadang dirimu…

bila tidak lari dari masalah, maka bila ada masalah yang timbul lagi kemudian, setidaknya kau sudah jauh lebih kuat, lebih tegar dan lebih bijak dalam melihat smeua duduk permasalahannya.

Sesungguhnya 90% masalah itu muncul dari dalam diri sendiri,

muncul dari cara berpikir kita,

muncul dari ketidaktahuan kita,

muncul dari keserakahan dan kesombongan kita,

muncul dari sifat kita yang kurang bijaksana,

muncul dari sifat kita yang kurang memiliki cinta kasih dan kasih sayang

muncul dari semua kekhilafan manusia……


0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

My Referensi

Diposting oleh al_ghifary di 22.40
Rasa Tidak Nyaman yang Dialami Saat Hamil ^^
1. Merasa nyeri di badan
Seiring dengan semakin berkembangnya rahim, maka ibu hamil mungkin merasa sakit dan nyeri pada punggung, perut, daerah selangkangan dan paha. Sebagian besar ibu hamil merasa sakit punggung dan sakit di dekat tulang panggul akibat tekanan dari kepala bayi dan peningkatan berat badan. Tapi ada juga yang merasa sakit dari pinggang hingga ke lutut atau kaki.

Untuk mengatasinya cobalah berbaring atau istirahat sejenak serta bisa juga mengompres tubuh dengan sesuatu yang hangat.

2. Perubahan ukuran payudara
Selama hamil payudara akan bertambah besar dan terasa penuh. Hal ini karena adanya perubahan hormon yang menyebabkan payudara bertambah besar, berat dan penuh serta cara tubuh mempersiapkan diri untuk menyusui. Pada trimester ketiga beberapa ibu hamil mulai mengeluarkan kolostrum (cairan kekuningan yang mengandung antibodi).

Untuk mengatasinya gunakanlah bra yang sesuai dengan ukuran payudara saat itu sehingga tidak membuat sakit dan dapat mendukung payudara dengan baik, serta gunakan bantalan jika ASI sudah mulai keluar.

3. Sembelit atau konstipasi
Tingginya tingkat hormon selama kehamilan akan membuat proses pencernaan melambat, mengendurkan otot di perut serta adanya tekanan dari rahim di perut yang bisa membuat seseorang mengalami sembelit. Tak heran jika ibu hamil kadang susah atau sakit saat buang air besar.

Untuk mengatasinya minumlah 10 gelas air setiap hari, mengonsumsi makanan yang kaya serat, melakukan aktivitas fisik ringan serta menjauhi minuman kafein.

4. Kelelahan dan gangguan tidur
Kelelahan biasanya terjadi di trimester pertama yang merupakan tanda dari tubuh bahwa ia membutuhkan lebih banyak istirahat.

Saat trimester kedua kelelahan mulai berkurang dan memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas. Sedangkan trimester ketiga kelalahan biasa terjadi akibat ukuran perut yang semakin membesar, sulit tidur, adanya gerakan dari bayi, peningkatan metabolisme dan juga kram di kaki.

Untuk mengatasinya cobalah berbaring ke sisi kiri dan gunakan bantal untuk mendukung tubuh (bisa diantara lutut atau di bawah perut), usahakan pergi ke kamar tidur lebih cepat serta mengonsumsi air yang cukup di pagi hari.

5. Strech mark (garis-garis di kulit) dan perubahan kulit
Strech mark paling sering muncul di bokong, paha, perut dan payudara yang disebabkan oleh peregangan kulit dan biasanya muncul di trimester kedua kehamilan. Perubahan kulit juga bisa terjadi selama hamil seperti puting menjadi lebih gelap atau cokelat, ada bercak-bercak di kulit pipi, hidung atau atas bibir. Ibu hamil sebaiknya bersabar karena strech mark dan perubahan kulit akan menghilang setelah melahirkan.

6. Pembengkakan
Sebagian besar ibu hamil mengalami pembengkakan di wajah, tangan, pergelangan kaki atau beberapa titik di tubuh. Kondisi ini merupakan hal yang umum terjadi. Untuk mengatasinya hindari minuman kafein dan masakan asin, istirahat serta mengangkat kaki.

7. Sering buang air kecil
Ibu hamil umumnya memiliki frekuensi buang air kecil yang lebih sering. Hal ini karena bayi di dalam rahim mendorong kandung kemih, uretra dan otot dasar panggul. Tekanan ini membuat ibu hamil lebih sering buang air kecil. Untuk mengatasinya cobalah melakukan latihan kegel, istirahat serta mengonsumsi air yang cukup untuk menghindari dehidrasi.

8. Varises
Selama hamil volume darah sangat meningkat yang membuat pembuluh darah memebsar. Selain itu tekanan dari pembuluh darah besar di belakang rahim membuat darah lamban kembali ke jantung yang menimbulkan varises di kaki atau betis. Untuk mengatasinya hindari penggunaan celana yang ketat, sepatu berhak tinggi serta duduklah dengan posisi kakii terangkat lebih tinggi.


-detikHealth-

0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

You & Me

Diposting oleh al_ghifary di 22.24

23.jpg

There’s whole range of English expressions, you can use to talk about how much you like or dislike something.

Ü If you love something

“I love eating ice-cream”

“I adore sun-buthing”

Ü If you like something a lot

“she found of chocolate”

“I like swimming very much”

Ü If you like something

“he quite likes going to the cinema”

“I like cooking”

Ü If you neither like nor dislike something

“I don’t mind doing the housework”

Ü If you don’t like something

“she doesn’t like cooking very much”

“he’s not very found of doing gardening”

“I dislike wasting time”

Ü If you really dislike something

“I don’t like sport at all”

“he can’t stand his boss”

“she can’t bear cooking in dirty kitchen”

“he hate crowded supermarket”

“he detests being late”

“she loathes celery”

Ø Thing to remember……..

1. Dislikes is quite formal

2. Fond of is normally use to talk about food or people

3. the “oa” in loathe rhymes with the “oa” in boat

Ø Grammar note

To talk about your general likes and dislikes, follow this pattern like something or like doing something.

Ø Common mistake

Ø Be care ful where you put very much or a lot, these word should go after the ting that

Exmp: “I like reading very much”. Not “I like very much reading”

0 komentar
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Mengenai Saya

Foto saya
al_ghifary
cuek,misterius,ACROPHOBIA
Lihat profil lengkapku

Me

Me
No Perfect

My Statistik

Blog Archive

  • ▼  2011 (11)
    • ▼  September (2)
      • Tanda-Tanda Ketika Iman Sedang Turun
      • Beda Antara Suka,Cinta dan Sayang
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (4)
  • ►  2010 (2)
    • ►  Juli (1)
    • ►  Mei (1)

Followers

 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com